Sosiologi Serta Perannya di Masa Depan




Prof. Dr. Hotman M. Siahaan, dalam Kuliah Umumnya yang disampaikan pada tanggal 20 Agustus 2011 menerangkan bahwasanya Sosiologi adalah sebuah ilmu tentang Revolusi Berpikir, ilmu yang mempersoalkan semua kenyataan-kenyataan yang dianggap berubah, konsensus, dan menimbulkan konflik. Ilmu yang menuntun bagaimana seseorang harus krisis dalam menghadapi segala permasalahan yang ada dan menemukan hubungan antar permasalahan yang ada sehingga ditemukanlah pemecahan maslahnya (hubungan relationship), karena sesungguhnya pada hakikatnya hubungan itu bersifat multidimensi. Luasnya penggaruh ilmu ini menjadi alasan mengapa ilmu ini dilarang untuk disosialisasikan dan diajarkan pada masa zaman penjajahan Belanda.

Setiap orang mempunyai gradasi hubungan antar manusia. Seperti halnya struktur yang merupakan susunan dari beberapa peranan yang dimiliki oleh manusia serta kultur yang merupakan sebuah nilai yang disepakati sehingga dapat dijadikan acuan untuk menentukan cara berhubungan. Hal diatas menunjukkan bahwa setiap perilaku manusia didasari oleh sebuah acuan dalam berperilaku. Hubungan antara kedua masalah diatas dapat di prespektif melalui ilmu Revolusi Berpikir, yaitu sosiologi. Oleh sebab itulah perlunya ilmu ini dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat guna menentukan relasi antara suatu permasalahan sehingga dapat ditemukan solusi dibalik permasalahan tersebut.

Di zaman yang serba canggih dimana kepraktisan merambak luas di kalangan masyarakat inilah terjadi sebuah permasalahan sosial yang kerap disebut Borderless. Borderless adalah sebuah fenomena sosial yang dicirikan dengan menipisnya batasan-batasan dalam masyarakat dalam berperilaku yang disebabkan oleh perubahan sosial baik cepat (revolusi) maupun lambat (evolusi). Seorang ahli sosiologi tentu tidak hanya melihat sebuah permasalahan sebagai sebuah kenyataan-kenyataan, tetapi berpikir dan berusaha menemukan bagaimana kenyataan-kenyataan itu bisa terjadi di masyarakat serta menemukan apa sebenarnya yang ada dalam kenyataan tersebut. Dalam sebuah permasalahan sosial, tentu selalu dipertanyakan fungsi laten dan fungsi manifes yang ada. 

Bagaimana sebuah permasalahan tersebut berpengaruh bagi permasalahan-permasalahan yang lain. Dalam menjadi seorang Sosiologis sejati, hanya satu jawaban permasalahan saja tidak akan cukup untuk menemukan sebuah jawaban yang ada dalam sebuah permasalahan.
Auguste Comte, Bapak Sosiologi menemukan sebuah kenyataan unik dalam sebuah permasalahan hidup. Beliau mengemukakan bahwa dalam hidup ini ada sebuah teori yang disebut teori "Krisis" dimana teori ini menjelaskan bahwa "seseorang baru akan berpikir saat dia sedang dalam keadaan Krisis" sebagai bapak Sosiologi, beliau selalu menyebut bahwa sosiologi adalah Ilmu Alam Sosial. Pada saat itulah Auguste Comte mencetak sebuah sejarah baru dalam peradaban manusia, sebuah pemikiran.

Jauh di masa lampau, manusia menganggap bahwa didalam setiap benda ada sesuatu yang disebut Anima atau roh. Akan tetapi, manusia adalah makhluk hidup yang tidak berhenti bergerak dan pada akhirnya mereka menyederhanakan anggapan tersebut, maka lahirlah sebuah kepercayaan baru yang menyakini akan adanya beberapa roh suci (Politeisme). Seiring dengan perjalanan waktu, dari keyakinan sederhana tersebut lahirlah sebuah keyakinan baru yang meyakini adanya satu roh suci di alam semesta ini (monoteisme).

Hal diatas adalah sebuah gambaran yang digambarkan oleh bapak Sosiologi Auguste Comte. Auguste Comte berusaha menjelaskan bahwa pada hakikatnya, manusia adalah makhluk yang dinamis, tak ada manusia di dunia ini yang berhenti berkembang, sekecil apapun itu. Sebuah perumpamaan sederhana lain tentang dinamisnya manusia adalah puluhan tahun lalu, masyarakat tidak akan pernah menyangka mereka bisa berinteraksi tanpa harus bertatap muka dengan lawan bicara mereka, dan bahkan dalam jarak yang ber-kilo meter darinya. Akan tetapi pada kenyataannya, seorang Agen perubahan sosial yang berpengaruh besar bagi peradaban manusia selalu menjadi bahan cemoohan dan hinaan oleh orang disekitar mereka. 

Beruntungnya, mereka para Agen perubahan selalu bekerja tanpa lelah dan putus asa sehingga mereka dapat membuktikan kepada dunia bahwa tidak ada yang mustahil di dunia ini. Mungkin beberarapa tahun mendatang sebuah penemuan baru akan diciptakan dan mengubah peradaban yang ada sekarang ini menjadi lebih mutakhir lagi. Siapa yang tahu?.

 Kita, Bangsa indonesia mempunyai kebudayaan tersendiri diantara sekian banyak kebudayaan yang lahir di masyarakat sosial ini. Kebudayaan itulah yang nantinya akan menjadi ciri khas dan jatidiri bangsa Indonesia. Akan tetapi ada sebuah dasar yang melandasi sebuah kebudayaan, yaitu norma. Di dalam sebuah norma itulah nilai-nilai tersusun rapi dan kompeten dalam menjalankan peranannya. Sebagai contoh sederhana, kenapa seorang pemuda ketika berjalan didepan seseorang yang lebih tua darinya harus berjalan menunduk?, karena hal itu adalah sebuah ciri khas dari kebudayaan jawa dimana seorang pemuda ketika berjalan didepan seseorang yang lebih tua darinya harus berjalan menunduk. Hal ini semata-mata ditunjukan agar norma yang ada dalam masyarakat jawa tetap ditegakkan, yaitu selalu hormat dengan orang yang lebih tua. Rasa hormat inilah yang menjadi sebuah perwujudan dari nilai penghormatan.

Dalam setiap permasalahan sosial, selalu ada pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan sebagai syarat terpenting untuk memecahkan permasalahan sosial tersebut. Dari sinilah timbul ketakutan bangsa Belanda terhadap sosialisasi ilmu Sosiologi kepada kamum pribumi. Mengapa? Tentusaja apabila mereka (kaum pribumi) mengenal apa itu sosiologi serta hakikat-hakikat yang melandasinya, akan timbul sebuah pertanyaan dan pertentangan pertentangan sosial antara kaum pribumi dan kaum kolonial. Terjadilah revolusi yang akan mengusir mereka dari tanah jajahannya. 

Dari sinilah bisa kita simpulkan seberapa luas dimensi Sosiologi dan perannya bagi masa depan. Dalam sebuah masyarakat, ada masyarakat Individual dan Komunial. Sebuah permasalahan di zaman globalisasi yang sulit untuk dipecahkan. Seorang sosiolog harus menemukan penjelasan dalam dalam sebuah permasalahan, tidak hanya bisa berbicara dan mengeluh. Betapa pelik dan rumitnya permasalahan-permasalahan sosial di era globalisasi ini membuat kitta sadar seberapa pentingnya peran sosiologi bagi masa depan terhadap peradaban manusia.

Comments

Popular posts from this blog

Setangkai Lidi Dalam Sapu Keberagaman

Esensi dari Konsep Pelayanan yang Sesungguhnya