Setangkai Lidi Dalam Sapu Keberagaman


Pada pagi hari ini, saya sempat disibukkan dengan tugas kuliah saya. Ya, membuat tabulasi memang hal suatu kegiatan yang cukup untuk membuat hari ini terasa penat. Ditambah lagi hanya saya dan dua teman saya yang membantu dalam kelompok saya. Mereka betuntung "kelompok lain", mempunyai anggota-anggota yang solid dan loyal. Yah, tak apalah meskipun kami hanya beberapa. Tinggal menunggu waktu berjalan, dibumbui dengan kesabaran semuanya akan berlalu begitu saja.

Asumsi saya salah. Meskipun dengan kesabaran yang teramat sangat, fokus dan perhatian yang besar terhadap apa yang saya dan teman sekelompok saya kerjakan, hasilnya hanya mungkin belum bisa dibilang separoh dari keseluruhan tugas yang ditargetkan hari ini. Sedangkan, mereka sudah mulai mengemas barang-barang dan siap untuk pulang ketika kulihat tabulasi sudah tergaris penuh. Wah sungguh hebat. Mungkin inilah yang kemudian orang bilang sebagai sepuluh lidi lebih kuat dari pada satu lidi.

Berbicara mengenai keberagaman dan heterogenitas masyarakat di Indonesia, tentu sama halnya dengan kisah sederhana diatas. Ketika kita mengenali atau mengidentifikasikan diri kita sebagai salah satu bagian dalam kelompok-kelompok  dari sekian banyak kelompok yang tersebar di Indonesia baik itu adalah kelompok yang terbentuk dari pandangan yang sama, cita-cita, hobi, bakat, minat, agama, atau hal lainnya, adalah benar ketika saya katakan bahwa kelompok yang kita anut adalah lidi kecil dalam sebuah keberagaman.

Kemudian kita akan sangat rapuh ketika kita hanya mampu mengenali diri kita sebagai sebuah lidi kecil yang bermimpi untuk merubah dunia. Padahal, apa yang bisa dibanggakan dari sebuah lidi yang pasti akan patah sekali dicoba untuk dibengkokkan. Tak akan bisa berfungsi apa adanya ktika kita hanya mampu menghadirkan satu lidi kecil dalam kehidupan kita. berbeda ketika kita merupakan sebuah sapu lidi yang terdiri dari banyak sekai lidi-lidi kecil yang saling menyatu dan menutupi kekurangan dari tiap-tiap lidi kecil yang lemah.

Indonesia, merupakan sebuah negara kesatuan, sebuah negara yang terdiri dari banyak lidi-lidi kecil yang kemudian kita sebut sebagai keberagaman.

Sebuah potensi yang sangat besar ketika kita mulai melihat lidi kecil yang bergabung menjadi satu untuk membersihkan segala debu dan kotoran yang akan menghambat perjalanan bangsa ini, tapi juga sebuah kerentanan ketika kita melihat lidi-lidi yang ada hanyalah sebagai satuan lidi kecil yang berdiri sendiri-sendiri dan saling mematahkan satu sama lain.

Ya, itulah gambaran sederhana dari potensi dan kerentanan yang ada pada tiap-tiap lidi kecil yang ada di Penulis Indonesia. Kekuatan yang besar ketika kita bisa menyatukan lidi kecil menjadi sebuah sapu yang utuh, kelemahan ketika kita hanya bisa membiarkan lidi kecil yang ada patah satu demi-satu, menghilang dan terlupakan.

Apa yang bisa menyatukan lidi-lidi yang kecil menjadi sebuah kesatuan yang utuh dan kokoh?, itulah toleransi, sebuah kepedulian dan penghormatan terhadap keberagaman, sebuah kasih sayang antar sesama, sbuah tali pengikat erat yang dapat mengikat tiap lidi-lidi kecil menjadi kesatuan yang utuh, kokoh, dan tak terpatahkan. Menyatukan pikiran dengan penghargaan, meleburkan konflik dengan pengertian, menyatukan bangsa diatas keberagaman. Itulah bagaimana toleransi bisa membuat negeri ini menjadi negeri yang tangguh.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sosiologi Serta Perannya di Masa Depan

Esensi dari Konsep Pelayanan yang Sesungguhnya